Jumat, 17 Desember 2010

FENOMENA HUJAN ES DI BALI 16/12/2010




DENPASAR, KOMPAS.com
 — Hujan lebat yang mengguyur wilayah Denpasar dan sekitarnya, Kamis (16/12/2010) mulai pukul 15.30 Wita, disertai hujan es di kawasan Jalan Gunung Agung, Kecamatan Denpasar Barat. Warga yang baru kali pertama melihat hujan es ini merasa takut dan enggan keluar rumah.
Ini kali pertama seumur hidup. Warga juga takut keluar karena suara petir dan kilat yang kencang.
-- Nyoman Wirya
“Sekitar sepuluh menit setelah hujan, tiba-tiba ada suara seperti lemparan batu. Setelah diperhatikan, ternyata ada pecahan es berbentuk kubus ukuran 1 x 1 sentimeter,” ujar Nyoman Wirya, salah seorang warga Gunung Agung, yang melihat langsung peristiwa langka ini.
“Ini kali pertama seumur hidup. Warga juga takut keluar karena suara petir dan kilat yang kencang,” ujarnya.
“Es-nya bening seperti di dalam freezer. Ada juga yang sudah mencair,” kata Nyoman.
Salah seorang pemilik bengkel di Jalan Gunung Agung juga melihat langsung peristiwa hujan es ini.
“Kaget, tadi lagi makan kok ada orang yang lempar batu ke rumah. Ternyata setelah dilihat, ada es batu seukuran jempol orang dewasa,” ujar I Wayan Prima, warga jalan Gunung Agung.
Saat peristiwa hujan es ini terjadi, embusan angin tidak terlalu kencang. Namun, aliran listrik langsung padam hingga saat ini. Selain Jalan Gunung Agung, kawasan di sekitar Jalan Merpati, Denpasar, juga terjadi hujan es.
Apakah kemungkinan dari film the day after tomorrow akan terjadi wallahu a'lam
.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar